Mana Yang Benar: Insya ALLAH, In Sya ALLAH, In Shaa ALLAH?

Mari Berlomba-lomba Bermanfaat Bagi Orang Lain :-)

Mana Yang Benar: Insya ALLAH, In Sya ALLAH, In Shaa ALLAH?

Bismillah,

Selama beberapa waktu belakangan ini (persisnya saya tidak ingat, tapi sekitar akhir tahun 2013 lalu) saya menemui gambar di bawah ini di berbagai media sosial. Gambar ini begitu masif disebarkan hingga membuat saya menjadi keheranan dg gambar ini. Apa istimewanya gambar di bawah ini ini? Apakah penting?

Toh, saya lihat ada dampaknya juga penyebaran ini. Beberapa orang mulai ‘meninggalkan’ Insya ALLOH/insya ALLAH menjadi In Sha ALLAH dan mengajak yg lain utk ‘berubah’.
Akhirnya saya coba telaah lebih dalam mengenai tulisan ini. Pada akhirnya saya mengambil kesimpulan bahwa ada SALAH KAPRAH terhadap gambar di atas. Sayangnya, orang2 (muslim) Indonesia seringkali terburu-buru pada saat ‘share’ sebuah informasi, tanpa mau merujuk ataupun mencek lebih detail terlebih dahulu.

Alasan mengapa saya sebut ada salah paham adalah:

1. Gambar di atas merujuk pada terjemah bahasa Inggris. Setahu saya, huruf ﺵ diterjemahkan sebagai SHin (Inggris) sementara di bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai SYin. Untuk lebih jelasnya, anda bisa baca di SYIN (Indonesia) dan SHin (Inggris) . Sementara untuk bahasa Indonesia, karakter SH sudah digunakan untuk huruf ﺹ (shad).
Dengan demikian, jelas penulisannya berbeda.

2. Penulisan huruf Arab untuk insya ALLOH memang ada 2 jenis. Yang pertama adalah ﺇﻥ ﺷﺎﺀ ﺍﻟﻠﻪ , yg bisa kita lihat bahwa antara huruf NUN dan SYIN dipisahkan. Arti dari ﺇﻥ ﺷﺎﺀ di sini adalah menghendaki. Yang kedua, adalah penulisan seperti berikut: “ ﺇﻧﺸﺎﺀ ﺍﻟﻠﻪ ” yg jelas makna dari ﺇﻧﺸﺎﺀ sudah berbeda jauh dengan penulisan ﺇﻥ ﺷﺎﺀ meski ucapannya (terutama dari bahasa Indonesia) sama (homofon). Jika huruf NUN dan SYIN digabung, maka itu artinya menciptakan. Cocok seperti yg disampaikan oleh gambar di atas.

Lalu, mana penulisan yg benar?
Semuanya benar. Di Indonesia ﺇﻥ ﺷﺎﺀ ﺍﻟﻠﻪ akan ditulis sebagai Insya ALLOH/Insya ALLAH. Apakah perlu dipisah atau digabung Insya-nya? Terserah. Jika merujuk dari kamus bahasa Indonesia , penulisannya digabung. Penulisan digabung ini sudah baku dan semua orang sudah sepakat bahwa pengertian Insya ALLOH (dalam bahasa Indonesia) itu berarti jika ALLOH SWT menghendaki. Tapi, bagi yg ‘usil’ akan meributkan hal ini dengan ‘mencocokkan’ cara penulisannya. Bagi yg memang ingin tampil beda, silakan menulis In Sya ALLAH.

Sementara untuk tulisan bahasa Inggris gunakan insha ALLAH atau in sha ALLAH. Bebas juga, tidak perlu repot.
Pada dasarnya penulisan yg ‘tepat’ adalah digabung untuk insya ataupun insha karena faktor penerjemahan dari bahasa arab ke tulisan latin memang kadang ada perbedaan. Jika anda merujuk ke wikipedia, maka anda akan temukan
Insha’ALLAH dan Insya ALLAH sebagai cara penulisan yg sudah jamak/umum.
Karenanya, sebagaimana saya tulis di atas, orang (muslim) Indonesia senang sekali bikin heboh dan meributkan hal2 kecil seperti ini. Lebih baik energi dan waktunya digunakan untuk hal2 lain yg lebih berguna.
Semoga bermanfaat.

Editor: Muhammad saat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

3 Cara Ampuh Untuk Mengatasi Error Windows Stop Code di Windows 7, 8, dan 10

FORMAT ADMINISTRASI TPQ LENGKAP DAN CONTOH BUKU

Kitab Safinah (Safinatun An-Najah) Lengkap Arab dan Terjemah